Sabtu, 09 November 2013
Kekacauan Yang Takkan Beres
Absurditas
Malammu dalam kalbumu,
menuai larut yang tak kunjung menentu,
langitmu merendam rasa,
hingga hari ini dalam jabang kita melayang,
di mana absurditas sejati itu kau cipta?
diamku menanyakan gundah yang merana..
Satu, dua bait mulai terlihat, kerlingan matanya menyilaukan setiap tulisan dalam jejak malam yang tak berbintang,
bayang-bayang itu menghantui setiap lompatan peradaban yang lelah.
iya, peradaban semakin lelah,
sebab setiap kita menjauhi kejujuran tanpa pelan,
mengakibatkan peradabaan menolak peredahan,
maka cinta tanpa bui sekalipun manusia bisa merasa dipenjarakan,
Satu, dua bait menampakkan bayangnya,
Kata-kata mencemaskan tangan yang bingar,
dentumannya memihakkan udara dalam tiap jajar genjang jagad raya,
partikel dan gelombang mulai berlomba mengisi paradigma secara bergilir seiring cinta mengumumkan keterbukaan setiap kalbu,
dan kau masih menyimpan absurditas ..
Kamis, 03 Oktober 2013
Impossible
Bagaimna mungkin kau turun jejalan hanya untuk dianggap 'ada' oleh mereka sementara kau sendiri tidak bernyali untuk menyuarakan aspirasi (orasi)....?
Bagaimana mungkin kau berbicara dari forum ke forum hanya untuk mendapatkan tepuk tangan dari mereka tanpa tau subtansi masalah apa yang sedang dibicarakan....?
Bagaimana mungkin kau bangun terus pencitraan kepada khalayak ramai lewat status-statusmu namun dibalik itu kau berperan sebagai komperador......?
Bagaimana mungkin kau mengajak orang terhadap kebaikan jika dirimu sendiri masih berkedok agama untuk melegitimasi perbuatan busukmu.....?
Dan bagaimana mungkin kau berbicara tentang perubahan sedangkan kau masih saja berkutat dalam tataran cinta ababilmu Nak......?
Senin, 18 Maret 2013
Titik Bukan Koma
Kau rangkai sejuta angan menjadi kalimat tiada akhir.
Masih ada sejuta paragraf cantik yang harus kita tulis bersama, agar segala kenang bisa menjadi titik, tidak hanya koma.
Tak mengapa ruang dan waktu mengutuk kebersamaan kita saat ini, namun ini baru hanya akan menjadi awal.
Tak kusalahkan kau bersenda gurau dengan kecemasan, memilih tersenyum ditengah risau kesedihan, diantara puisi keindahan.
Ingat, jutaan kelopak mata belum rangkum kita susun, kuncup-kuncup makna butuh zat hijau bdaun untuk jatuh sebagai embun.....
Rabu, 13 Maret 2013
tanda tanya
Rabu, 06 Februari 2013
Kapal dan Nahkoda
Saat itu kapal tiba-tiba berhenti ditengah samudera luas.
Beberapa penumpang terlihat panik, aku yang berada ditengah keadaan itu pun tak kuasa menyembunyikan kepaniakan yang ada diraut wajahku..
Entah kenapa malam itu kapal berhenti berlayar.
Rasanya tak ada lampu merah ditengah lautan..
Para awak kapal pun tak bisa ,menjelaskan apa yang tengah terjadi..
Aku hanya bisa berdoa semoga keadaan akan baik-baik saja..
Sementara nahkoda pun tidak bisa ditemui.
Rasa kepanikan semakin bergejolak ketika ombak besar datang menerjang..
Kapal yang kami tumpangi oleng dibuatnya.. Ya Tuhan....
Akhirnya sampai saat ini kapal masih berhenti ditengah samudera..
Persediaan makanan kami mulai menipis..
Para penumpang tak henti-hentinya menangis.
Kami semua ketakutan.
Kapten, ada apa ini?
Senin, 28 Januari 2013
Fenomena Anak Punk
PUNK :
1.anti rasis
2.anti fasis
3.equality
4.duality
5.anti kemapanan
6.anti penindasan
Seperti misalnya free sex, drugs, minum minuman keras, brandalan, urakan, dan lain sebagainya. Kalau boleh beropini jauh lebih dalam, anak punk itu jauh dari sebuah keterikatan. Mereka hidup bebas, hidup dijalanan, jauh dari kehidupan anak rumahan. Mereka bisa melakukan apa saja semau mereka, karna jelas mereka mempunyai pandangan hidup yang berbeda dengan orang lain pada umumnya. Apa yang mereka ingin lakukan, ya mereka lakukan. Kebersamaan mereka sangat erat, terlihat mereka kerap slalu bersama. Kebanyakian mereka menjadi seorang anak punk karna mereka inginkan sebuah kebebasan, entah kebebasan yang bertanggung jawab ataupun yang tidak bertanggung jawab.
Setiap orang bebas mendefiniskan anak punk..
“GERAK BERGERAK – HIDUP BERKARYA”
“TUNDUK DI TINDAS atau BANGKIT MELAWAN”
Minggu, 27 Januari 2013
Buta
Jumat, 25 Januari 2013
Senja Dipelabuhan Kecil
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis memepercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air hilang ombak
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap
Dari: Deru Campur Debu (1949)
Chairil Anwar
Rabu, 23 Januari 2013
Penikmat Seks
Jauh berbicara mengenai pelacur, apa kalian tidak berfikir banyak yang lebih nista darinya? Misalnya tentang seorang koruptor yang tega mengambil hak orang lain tanpa rasa bersalah? Menipu disana sini, bermuka dua, hidup disanjung orang tetapi nyatanya apa? MUNAFIK.
Sementara pelacur? Hak siapa yang mereka ambil? Apa yang mereka curi?
Baiklah, aku bukan pro terhadap profesi pelacur, realita yang membuatku lebih memandang sisi positif dari seorang pelacur. Jelas ia mendapatkan uang dari hasil kerjanya, dia bekerja bukan menjadi maling. Ia akan dibayar dari hasil keringatnya. Kepuasaan pelanggan akan mendatangkan pundi-pundi uang baginya.
Ia menjajakan tubuhnya disana sini, bergeliat manja untuk menarik pelanggan. Berpakaian seksi sudah menajdi keharusan baginya, membuat laki-laki menjadi bergairah itulah tugasnya. Berpindah dari lelaki bajingan satu kelelaki bajingan lainnya. Masalah moral, tentu nomor kesekian baginya.
Penikmat seks, ya mungkin.. Lalu bagaimana dengan penikmat seks lainnya yang sudah memberi kepuasaan para lelaki namun ia tak mendapat uang?
Memberi dengan cuma-cuma tanpa mendapat imbalan uang?
Apa mereka tidak rugi?
Entahlah dunia semakin gila. Semua menghalkan segala cara untuk mendapatkan kepuasan dan kenikmatan.
Profesi Ganda Para Pemandu Wisata
Harga yang dipatok oleh para pemandu wisata tersebut berkisar anatara satu hingga dua juta untuk sekali pemakaian jasanya. "Itu hanya biaya untuk jasa pemandu wisata dan untuk mencari tempat penginapan saja. Biaya untuk penginapan dan biaya untuk perempuannya mah urusan tamu saya," jabar Aan Budiman, salah satu dari sekian banyak para pemandu wisata yang berprofesi ganda tersebut.
Profesi seperti ini bukannya tidak banyak beresiko, taruhannya kepercayaan para tamu. Jika tamu-tamu tersebut kehilangan barang-barang ataupun uang mereka, para pemandu wisata seperti Aan Budiman tersebutlah yang akan disalahkan oleh tamunya . Meraka menganggap Aan ceroboh dan tidak bisa dipercaya. "Saya pernah mencarikan tamu saya tempat penginapan berikut dengan perempuan pesananya, tapi ternyata parempuan tersebut mencuri uang dan handphone tamu saya ketika tamu saya sedang tidur. Akibabtnya tamu saya marah-marah pada saya dan tidak percaya lagi sama saya dan otomatis mereka tidak mau memakai jasa saya lagi," pungkas lelaki setengah baya itu dalam wawancara di rumahnya, Bogor Cisarua, Sabtu (13/11/2010).(Adellia)
Tersurat
Dalam lamunanku aku tersadar, aku masih berdiam disini..
Sayang, aku belum bisa berdamai dengan nurani, pergolakan antara hati dan logika kian berkecamuk tiada henti.
Coba dengar suaranya kian gaduh, mereka seperti mempunyai makna yang tersurat.
Aku mendengar nyanyian hujan mengeringi tiap kata yang kutulis.
Dimensi yang membutakan mata, bersarang dalam titik kehausan akan sebuah harapan..
Semua masih kosong, hanya saja ada noda disana..
Senin, 21 Januari 2013
Lalu???
Hari itu terbit lagi emosi khas laki-laki nya.
Aku paling benci saat seperti itu,
karena ia akan memaki-maki
berteriak
dan satu lagi,
menduga-duga.
Lalu setelah kata pamungkas keluar dengan ganas
aku pikir itu adalah akhir.
Namun, malam tadi.
setelah siap dengan semua hasil analisa selama tiga hari ini,
kata pamungkas berganti makna.
aku pikir itu adalah saatnya.
ternyata belum,
ternyata satu diantara dua pilihan konyol, justru aku yang dibuat terperangah mendengarnya.
Dan kata pamungkas tadi berganti jadi kata tanya, mencari jawaban atau sekedar solusi.
sial, sekian lama berpikir ternyata jawabannya, tak ada solusi apalagi jawaban.
lalu????
Ya, begitulah ceritanya.
sampai hari ini masih jadi tanda tanya.
Minggu, 20 Januari 2013
Malam dan Penikmatnya
Coba rasakan betapa nikmatnya kesunyian ini..
Menari diatas kesendirian..
Diam dan rasakan..
Semua masih dan belum akan dimulai...
Berikan aku cahaya yang mendamaikan hati dan berindikasi pada kebahagiaan abadi..
Sepercik api membakar semangat yang berkobar dalam jiwa jiwa yang tenang..
Diatas normal..
Terima kasih...
Selamat malam menjelang pagi..
Sabtu, 19 Januari 2013
Tersesat
Bukannya hal ini sudah biasa kan?
Hei tolong bangunkan aku jika aku ketiduran kawan..!
Aku sudah sampai dimana ya?
Apa sudah dibulan?
Atau masih terbujur lemah di sudut bumi?
Ah kasian aku..
Kata penyihir tua, aku harus bunyikan lonceng agar manusia lain bisa mengenali..
Tapi memangnya ini dihutan?
Hutan belantara?
Aduhhh..
Aku mencari,
mencari hujan, bukan gerimis kecil..
Aku berharap langit gelap, berharap petir besar..
Aku bosan akan kelembutan.
Biar aku tersesat karna aku tak ingin pulang.
Aku menikmati kegilaanku :)
Jumat, 18 Januari 2013
Cemburuh
Saya kembali membuka jejaring sosial.
Hah kali ini saya berteman sama seorang perempuan yang saya sama sekali belum pernah mengenalnya apalagi bertemu dengannya..
Apa kabar nih? Knapa harus berteman?
Entah kenapa saya jadi penasaran, saya kembali hanyut dalam dunia maya. Sibuk sana sini, otak atik lihat apa yang seharusnya bukan jadi barang penting lagi bagi saya.
Aih tapi saya penasaran banget, maaf ya Tuhan saya jadi kepo nih.
Memulai ke-kepoan saya. saya mulai membuka photo-photonya,
dan jreng..jreng.. aaaa itu kan photonya yang ada didalam dompet sii abang.
Oh jadi perempuan ini mantan pacarnya?
Kenapa photonya masih ada didalam dompetnya?
Maksudnya? Ente masih cinta sama dia bang?
Ah ga tau juga yaa. Cape kalo bahas yang udah lewat.
Bagi saya sii simple aja, kalo boleh mengutip kata Hitler
"Hidup memang kejam, maka dari itu kita harus lebih kejam"
Yaudah tinggal balas aja atau mungkin biar Tuhan yang balas.
Karma, Kausalitas kalo berbicara dalam filsafat katanya.
Saya emang bukan orang baik, bagi saya "darah ya harus dibayar sama darah"
Berulah terus emang, ada-ada aja sii hidup ini yee apalagi sii abang yang satu ini.
Gimana mau merubah keadaan kalo untuk merubah diri sendiri aja ga bisa?
Makhluk yang satu ini emang ajaib, langka, susah ditebak.
Saya juga bingung.
Daripada makin bingung mending udahin dulu nulisnya.
Saya juga ga ngerti ini tulisan puisi, feature, berita (ya ga mungkin lah), atau apa ya? curcol kali yaa...
Masa lalu emang terkadang masih meninggalkan bekas, dan mungkin bekasnya ga kan pernah bisa hilang..
Tapi hidup harus tetap berjalan, berjelan itu kedepan bukan kebelakang bukan?
Masa lalu terindah, Masa depan terbaik..
Kamis, 17 Januari 2013
Candu
Aku ingin tahu apa definisi tentang cinta yang kita rasakan sama?
Apa aku yang terlalu memujakan cinta?
Aku berharap cemas, aku takut rasaku salah..
Aku takut dengan apa yang tengah aku rasakan..
Aku takut, sangat takut rasaku ini salah kepadamu.
Aku memujamu bagaikan Tuhan..
Kau adalah candu..
Kau melebur menjadi satu didalam darahku, menjadi oksigen yang aku hirup. Sehingga jika kau tak ada maka kerja otakku akan terganggu..
Aku lelah mencintaimu dengan teralalu..
Menuhankanmu disetiap waktu..
Aku ingin bebas, aku ingin terlepas dari aku yang mencintaimu..
Rindu akan hadirmu slalu datang setiap waktu..
Bahkan tidak bertemu denganmu barang sehari aja, aku sakau!
Aku akui, aku kecanduan kamu..
Kini aku telah menjadi Jungky, kau adalah Heroin..
Tubuhku akan menagih jika tidak adanya kamu..
Tolong mengerti barang sedikit saja..
Rabu, 16 Januari 2013
menunggu bulan pagi ini
kembali lagi aku membuka jejaring sosial kali ini..
kembali disapa....
"what's on your mind?"
ingin sekali aku menulis,
"gue lagi nunggu orang yg lagi gue tunggu-tunggu, tapi sampe sekarang dia ga belumngabarin gue samasekali.. puas?"
bukannya aku tempramental tapi jelas aku sedang kesal..
menunggu lagi,
bahkan sejak munculnya bulan tadi malam..
aaaarrgghhh aku sampai ketiduran, menengok kesebelah kiriku pukul 08.30 pagi..
masih pagi tapi kenapa langit gelap yaa?
apa masalahnya ada pada kedua mataku?
menengok lagi kesebelah kanan,
sebungkus rokok kosong masih tergeletak berikut gelas kopi yg telah kering airnya..
sementara lagu dihandphoneku masih berbunyi..
terdengar nyaring suara dashboard confessional ,
don't wait, don't wait the road is now a sudden sea
and suddenly, you're deep enough
to lay your armor down.....
hay kamu yg disana!
masih mau membuatku menunggu lagi?
Lentera Makna
Semoga kita bisa bersatu kembali dalam restu Tuhan yang absolut..
Hingga saat ini kau masih menjadi perantara terbaik menuju lentera makna dibalik makna..
Oh Ternyata
Apa sih tujuan akhir dari hidup manusia..?
Uang..?
Waw, sangat vulgar ketika moralitas hanyut kedalam selokan, dan ideologi tubuh dan lifestyle diutamakan sehingga menimbulkan persaingan antar klas tuk menuju alienasi yang sangat sempurna..
Apa sih yang diajarkan dalam pelajaran agama, kewarganegaraan, kebangsaan, dan pancasila yang kita pelajari disaat kita masih kecil..?
Aw aw aw aw..
Mengapa oh mengapa..
Huft hiks gubrak...
Ternyata dan ternyata...
semua tersenyum
sampai mati konflik takkan usai..
nikmati saja kehancuran ini...
Apatisme. (^,^)
huhuhu..
yang saat ini harus dipikirkan bagaimana caranya saya cepat selesai kuliah dan bekerja dan mendapatkan banyak uang dan menjadi penguasa karna kaya raya dan saya akan digempur dan diteror oleh orang banyak lainnya karna saya induvidualisme yang hanya berpikir bahwa hanya saya sendiri hidup di jagad raya ini hingga saya dibunuh dan semua harta kekayaan saya di ambil oleh orang lain itu... (dan ketika saya sudah mati baru saya sadar ternyata kita hidup tidak sendiri)
kebahagiaan paling indah ketika saya tersenyum, diapun tersenyum, merekapun tersenyum, dan kita semua tersenyum.
(Reposisi)
cinta yang kumiliki ini autentik..
Yang menjadi subjek cinta adalah yang tidak baik maupun yang tidak buruk, dan objeknya adalah kebaikan dan kebenaran..
Sandiwara
Mereka bersandiwara didepan pembaca jiwa dan alam..
Oh, biarkanlah saja mengalir..
Bukan hal baru lagi..
Selasa, 15 Januari 2013
Abstrak
Ini juga bukan disengaja. Semua mengalir begitu saja tanpa aku meminta, tanpa kau meminta. kami tidak pernah meminta dipertemukan apalagi mengemis untuk saling berkenalan.
Jalan ini kami lalui dengan banyak luka dan pilu.. panjang dan terjal, berliku dan berlubang dimana-mana.
Berbekal kesabaran yang semakin menipis, setidaknya ini akan menetralisir keadaan..
Mungkin semesta telah berkonspirasi untuk saling mempertemukan kita dan saling memperkenalkan kita, hingga telah menyatukan kita saat ini..
Kegilaan telah menjelma menjadi satu warna.. Abstrak kini mendominan menjadi mutlak..
Hujan, banjir
Jakarta banjir....!
tapi saya sebenarnya tidak pernah tau banjir itu bagaimana, maklum saya dari kecil tinggal di Depok jadi ga pernah rasain yang namanya kebanjiran.
Seharusnya hal ini bisa terartasi dong? secara banjir udah jadi rutinitas tahunan?
Lah terus selama bertahun-tahun ini pada ga belajar apa dari tahun sebelumnya?
Apa yang salah?
Masa iya mau jatuh terus ke lubang yang sama?
Kan hujan biasanya dimulai memasuki bulan september tuh terus kira-kira berhenti akhir maret gitu, kan ada waktu tuh dari maret sampe september buat mencegah supaya ga terjadi banjir lagi, minimal meminimalisir lah yaa..
Kalau udah kaya gini, semuanya main salah-salahan..
Ahahaha mau ketawa banget, yang salah manusia atau alamnya? atau mungkin Tuhan kali....
Kejar Mengejar
Distorsi akal yang pasif dalam menyingkap misteri yang tiada akhir..
Aku kalian mereka masih dalam kamuflase diri yang tak kunjung temukan satu kesepakatan..
Disini janjikan banyak harapan, disanapun demikian, dimana mana melekat lapisan pencarian..
masih...
Kejar..
Dan terus..
Mengejar..
Konsekuen Tak Berarah
Oh Januari
'Kaka boleh tidak kita pakai payungnya berdua?'
Cukup lama kami terdiam, lalu seorang ibu yg masih dibilang muda menghampiri kami..
'Januar, ayo kita pulang nak!' sapa ibu tersebut kepada gadis kecil disampingku yg ternyata bernama Januar..
'Makasih yaa mba, maaf merepotkan jadi harus berbagi payung untuk anak saya..' ucapnya lagi sambil tersenyum kepadaku..
wah aku hampir saja lupa..
Minggu, 13 Januari 2013
Enjoy it (y)....
Satu detik lagi
Dua hati terbang tinggi
Lihat indahnya dunia
Membuat hati terbelah
Dan bawa ku ke sana
Dunia fatamorgana
Termanja manja oleh rasa
Dan ku terbawa terbang tinggi oleh suasana
Dari sudut mata
Jantung hati mulai terjaga
Berbisik di tengah
Coba ingat semua
Dan bangunkanlah aku
Dari mimpi mimpiku
Sesat aku di sini maya
Dan tersingkir dari dunia nyata
Dan bangunkanlah aku
Dari mimpi indahku
Terengah anganku jangan lari
Dari rasa yang harus ku batasi
Dan kau menawarkan rasa cinta dalam hati
Ku tak tahu harus bagaimana
Untuk hal bermimpi atau nyata
Dan bedakan rasa dan suasana
Dalam rangka sayang atau cinta yang sebenarnya
Dan bangunkanlah aku
Dari cikal bakalku
Jangan pernah lepaskan aku
Untuk tenggelam di dalam mimpiku
Sabtu, 12 Januari 2013
Wait, wait, wait
Aku masih terjaga di fajar ini..
Dimana matahari mulai terlihat di ufuk timur, lalu adzan subuh pun berkumandang..
Aktifitas pagi pun mulai terlhat..
Terdengar tetangga sebelah sudah menyalakan keran air, mungkin ia bergegas mandi..
Aku membuka pintu kamar, embun pagi pun terasa begitu segar..
Baunya khas, harum namun sederhana..
Kulihat jam di dinding, waktu menunjukan pkul 4.30..
Awal pagi ini aku merindukanmu..
Ya pagi ini..
Waktu selama ini yang setiap kali kita lalui bersama terasa pudar, berganti kehausan akan kehadiranmu..
Entah mengapa rindu ini mengalahkan rasa kantukku...
Ini tidak wajar..
Aku belum bisa terlelap barang satu menit saja..
Kembali kedalam, aku melihat bajumu.. Kucium baunya, bau kamu..
Walaupun tidak harum, tapi aku begitu menyukainya.. Bau keringatmu masih terasa..
Pulang kaka.. Aku menunggumu..!
Cerita sakit
Tak terasa malam sudah hadir kembali.. Rasanya baru kemarin malam tubuh kecilku ini kesakitan..
Mengingat kemarin aku dikejutkan dengan suhu badan yang sangat panas bahkan aku sampai merasa gerah dengan badanku, ingin aku melepasakan pakaianku tapi buka kaus kaki sedikit saja seperti ada di gunung es..
Belum lagi pusing bagai diajak naik komidi putar 10 putaran, mual hingga muntah-muntah seperti orang hamil (emang udah pernah hamil?)
Dan benar aku pun tidak lagi mengaggap remeh penyakitku, aku bergegas ke dokter diantar tetanggaku, sesampainya disana aku mendapat antrian nomor 7.. Dalam hati kecil berkata 'knapa ga nomor 2 atau 3, kampret ga tau gua lemes apa?'
Dengan kesabaran aku pun menunggu akhirnya aku masuk ruangan dokter...
Dokter laki-laki itu pun memeriksaku sambil menanyakan apa saja keluhanku, aku menjawabnya dan dia seperti menebak2 dan tebakan dia benar...
Dukun sekaligus Dokter kali yee?
Dan jreng,, jreng,, jreng
'kenapa baru berobat sekarang dek'
'emang kenapa dok? ada masalah apaan?'
'yaa ampun dek, adek kena gejala typus, radang paru-paru dan iritasi lambung'
'...........'
Dan aku ga tau harus apa saat itu..
Pantes aja aku rasa badan aku tuh lemes banget, beda daripada sakit apa-apa sebelumnya..
Oke dan kalo ga ada perkembangan membaik aku harus di opname.. Apa kabar uas yang tinggal hitung mundur hari?
Ternyata bener-bener yaa, apa yang kita tanam itu yang akan kita tuai...
Sekarang pilihan ada didiri sendiri :(
Rabu, 09 Januari 2013
main apa....
sapaku sambil termenung dengan detak jantung yg masih dapat dibilang normal..
aku lelah yg teramat sangat..
aku telah menguras cukup dalam otakku untuk permainan ini..
aku tidak sanggup jika harus keluar dengan membawa piala..
aku hanya ingin exit saja lalu kembali kerumah membawa sedikit cerita untuk mereka..
tolong biarkan aku terlelap dengan tenang malam ini.. dan semoga esok hari dia datang menjemputku pulang..
bagaimana?
detak jam didinding terdengar sayup sayup, sepi..
terdengar alunan lagu lagu melow dari play list yg sedang kuputar..
masih belum juga tau apa yg ingin ditulis..
hanya ketik keyboard sana sini lalu backspace..
mungkin ini yg disebut buntu?
wah ternayata kamu jago ya buat aku harus merenung?
aku kan sudah bilang kalau jangan, kenapa kamu lakuin?
yaa dan akhirnya lagi lagi seperti ini..
duduk didepan komputer tanpa tau tujuan kongkritnya..
kamu enak disana, bisa tukar pikiran dengan yg lain..
kalau aku bagaimana?
terdengar alunan lagu lagu melow dari play list yg sedang kuputar..
masih belum juga tau apa yg ingin ditulis..
hanya ketik keyboard sana sini lalu backspace..
mungkin ini yg disebut buntu?
wah ternayata kamu jago ya buat aku harus merenung?
aku kan sudah bilang kalau jangan, kenapa kamu lakuin?
yaa dan akhirnya lagi lagi seperti ini..
duduk didepan komputer tanpa tau tujuan kongkritnya..
kamu enak disana, bisa tukar pikiran dengan yg lain..
kalau aku bagaimana?
kamuflase
kata ini terhenti tepat dibibirku..
mungkin mereka pikir menyenangkan..
kamuflase..
sejujurnya perasaan ini bukan duka namun bukan juga bahagia..
kalau kata orang-orang itu dinamika, oh tapi tidak bagiku..
tolong jangan biarkan aku sekarat mendekati air mata lara..
ini tentang dia, yang selalu kusebut namanya saat berbincang dengan Tuhan..
jadi sekali lagi ini bukan imaji..
mungkin jika selesaipun aku akan tetap menyelipkan namanya dalam doaku kala sunyi..
embal???
wahai sang malam, kau jadikan saat ini menjadi sepi dengan kondisi yang seadanya dengan sendirinya, apa hakikat dari barang sesuatu ini?
apakah harus kuurut dan kukirim rentetan pertanyaan yang kemudian tak ada satupun yang terjawab?
jika bisikan angin yang menggelisahkan ini hanyalah pelengkap kesedihan maka guyurkanlah air dari langit agar aku bisa mengatakan "hujan turun tuk menangisi aku dan diriku", dan jika kalimat hati akan usai maka tandaya kebutuhan yang paling mendasar telah terhimpun dan meminta untuk dipenuhi..
Aku membutuhkanmu.... Embal!


Ketika melihat cermin ada pantulan diri sendiri disana. tapi apa benar yang ada disana adalah anda? lalu bagaimana jika disana hanya ada bayangan tetapi bukan kamu yang sebenarnya?