Rabu, 09 Januari 2013

embal???

"Malam sebagai saat yang tepat untuk refleksi diri". bisik sang bintang, "oh ya, kalau boleh tahu, output dari sekian banyak misteri ini apa? aku muak dengan abstraksi realita yang selalu menjadi pergolakan didalam pikiran dan perasaan!!" hembusan angin bertanya..

wahai sang malam, kau jadikan saat ini menjadi sepi dengan kondisi yang seadanya dengan sendirinya, apa hakikat dari barang sesuatu ini?
apakah harus kuurut dan kukirim rentetan pertanyaan yang kemudian tak ada satupun yang terjawab?
jika bisikan angin yang menggelisahkan ini hanyalah pelengkap kesedihan maka guyurkanlah air dari langit agar aku bisa mengatakan "hujan turun tuk menangisi aku dan diriku", dan jika kalimat hati akan usai maka tandaya kebutuhan yang paling mendasar telah terhimpun dan meminta untuk dipenuhi..
Aku membutuhkanmu.... Embal!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar