"Malam sebagai saat yang tepat untuk refleksi
diri". bisik sang bintang, "oh ya, kalau boleh tahu, output dari sekian
banyak misteri ini apa? aku muak dengan abstraksi realita yang selalu
menjadi pergolakan didalam pikiran dan perasaan!!" hembusan angin
bertanya..
wahai sang malam, kau jadikan saat ini menjadi sepi
dengan kondisi yang seadanya dengan sendirinya, apa hakikat dari barang
sesuatu ini?
apakah harus kuurut dan kukirim rentetan pertanyaan yang kemudian tak ada satupun yang terjawab?
jika bisikan angin yang menggelisahkan ini hanyalah pelengkap kesedihan
maka guyurkanlah air dari langit agar aku bisa mengatakan "hujan turun
tuk menangisi aku dan diriku", dan jika kalimat hati akan usai maka
tandaya kebutuhan yang paling mendasar telah terhimpun dan meminta untuk
dipenuhi..
Aku membutuhkanmu.... Embal!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar