Di puisiku, kau hidupkan setiap aksara kisah berisi takdir.
Kau rangkai sejuta angan menjadi kalimat tiada akhir.
Masih ada sejuta paragraf cantik yang harus kita tulis bersama, agar segala kenang bisa menjadi titik, tidak hanya koma.
Tak mengapa ruang dan waktu mengutuk kebersamaan kita saat ini, namun ini baru hanya akan menjadi awal.
Tak kusalahkan kau bersenda gurau dengan kecemasan, memilih tersenyum ditengah risau kesedihan, diantara puisi keindahan.
Ingat, jutaan kelopak mata belum rangkum kita susun, kuncup-kuncup makna butuh zat hijau bdaun untuk jatuh sebagai embun.....
Senin, 18 Maret 2013
Rabu, 13 Maret 2013
tanda tanya
Mentari
hampir penuh menyinari bumi.
Waktu
menunjukan pukul 11 siang. Setengah hari hampir terlewati dengan percuma.
Bukan
tanpa alasan, aku begitu lelah.
Alasan
semalam begitu mengangsingkanku dari sinar mentari..
Ceritaku
semalam suram.
Mungkin
sesuram kebohongan yang sedang aku susun..
Biarlah
ini jadi satu kesatuan konspirasi yang hampir sempurna.
Aku
bingung, apalagi kamu?
Sementara
kau masih asik bergulat dengaan lamunanmu,
hai
bangun!
Aku
sudah hampir sampai, sampai pada kemenangan.
Akulah
manusia pragmatis tulen.
Semua
akan baik-baik saja.
Apa
yang aku inginkan pasti aku dapatkan....
Langganan:
Postingan (Atom)