Sabtu, 22 Desember 2012
pragmatis
Sang surya telah benar-benar hilang
Ternyata senja telah berubah jadi petang
Tapi ini masih pagi, siang juga belum mulai..
Sepertinya matahari masih malu untuk menampakan dirinya..
Aku berdiskusi dengan diriku sendiri, intuisiku terakumulasi oleh fakta yang tengah menjadi realita..
Aku bukan seorang pragmatisme..
Kadang aku berfikir mungkin aku adalah seorang relativisme tulen yang slalu menjadi bunglon dimanapun aku berada..
Hingga tulisan ini tak lagi mampu memprentasikan pergolakan antara logika dan naluriku..
Semua absurd menjadi molekul molekul terkecil yang hilang terbawa udara..
Seharusnya semua kembali sesuai dengan bentuk dan ritmenya..
Yaa, terkadang kita harus melepaskan diri dari sebuah kebenaran.....!
Selasa, 27 November 2012
iya dan tidak
rintik air hujan mulai membasahi pekarangan rumahku,
suara gemericiknya semakin lama kian mengeras..
kutunggu disini sampai berhenti, aku suka hujan kerean mungkin setelah reda akan ada pelangi yang datang, walaupun perbandingannya satu diantara sepuluh..
meskipun dinanti tapi pelangi hanya ‘numpang lewat’ lalu lenyap dengan sendirinya,
sama seperti pesawat yang hanya’numpang landing lalu take off kembali’..
aku berfikir kalau ini mengenai perasaan,
apa mungkin hanya numpang lewat?
ah hina berfikir seperti itu…
yang jelas berfikir negatif itu hanya akan menyiksa diri sendiri…
Langganan:
Postingan (Atom)