Senin, 28 Januari 2013

Fenomena Anak Punk


Mungkin banyak yang bertanya tentang apa itu anak punk? Anak jalanan yang berdandan sangat nyentrik. Dengan banyak tato dan tindikan, memakai celana begitu ketat dan rambut yang berantakan seperti tanpa pernah terjamah sisir. Anak punk memang selalu mempunyai ciri khas tersendiri. Mereka selalu berpenampilan beda dengan yang lain.

Berbagai pertanyaan kerap muncul mengenai siapa sebenarnya anak punk itu. Saya sendiri hingga menuliskan tulisan masih jauh mengenal siapa mereka. 
Punk itu adalah sub-budaya yang lahir di inggris/london yang mempunyai paham anarkisme (paham yang menganggap bahwa pemerintah sama saja dengan penindasan, jadi pemerintahan harus dihapus. Kelompok ini didominasi oleh anak-anak muda yang mempunyai keyakinan “we can do it ourselves” (kita dapat melakukan sendiri!)

PUNK sperti bomb yang bisa meledak di negri sendiri, meledak karena ketidakadilan..
PUNK :
1.anti rasis
2.anti fasis
3.equality
4.duality
5.anti kemapanan
6.anti penindasan


Punk itu bukan suatu hal yang selalu dihubungkan dengan segala sesuatu yang bersifat negatif.
Seperti misalnya free sex, drugs, minum minuman keras, brandalan, urakan, dan lain sebagainya. Kalau boleh beropini jauh lebih dalam, anak punk itu jauh dari sebuah keterikatan. Mereka hidup bebas, hidup dijalanan, jauh dari kehidupan anak rumahan. Mereka bisa melakukan apa saja semau mereka, karna jelas mereka mempunyai pandangan hidup yang berbeda dengan orang lain pada umumnya. Apa yang mereka ingin lakukan, ya mereka lakukan. Kebersamaan mereka sangat erat, terlihat mereka kerap slalu bersama. Kebanyakian mereka menjadi seorang anak punk karna mereka inginkan sebuah kebebasan, entah kebebasan yang bertanggung jawab ataupun yang tidak bertanggung jawab.

Idealisme anak-anak punk yang menjunjung tinggi kebebasan dan kesamaan. Prinsip hidup punk yang tidak perduli dengan pendapat orang lain dan tidak mau orang lain mencampuri urusannya, akan tetapi jika orang lain meminta bantuannya dia tidak segan untuk menolong. Dalam komunitas anak punk, tidak ada yang namanya diskriminasi, semua orang adalah saudara. Mengenai minuman keras yang begitu identik dengan anak punk, tidak semua anak punk adalah peminum. Mereka juga mempunyai sifat kesetia kawanan yang kental dan saling menghormati satu sama lain, tidak ada diskriminasi. Para punkers yang meski berbeda latar belakang, namun mereka tetap satu karena disatukan oleh ikatan yang bernama Punk

Begitu banyak definisi tentang anak punk. Ada yang mengatakan punk itu musik 3 jurus, attitude, atau fashion. Dari komunitas punk itu sendiri masih terjadi kontroversial mengenai apa itu yang dimaksud dengan anak punk. Tidak ada definisi yang paten mengenai anak punk, itu tergantung gimana pendapat pribadi masing-masing..
Setiap orang bebas mendefiniskan anak punk..

GERAK BERGERAK – HIDUP BERKARYA”
“TUNDUK DI TINDAS atau BANGKIT MELAWAN”

Minggu, 27 Januari 2013

Buta

Aku berjalan seorang diri menyusuri setiap sudut jalan, berharap temukan apapun agar bisa aku jadikan sebagai cahaya..
Akhirnya setelah lama mencari, aku temukan lilin kecil disudut jalan, dengan cekatan aku mencari sebuah batu, lalu aku menggosok-gosokannya dengan dinding dipinggiran jalan agar dapat menghasilkan api..
..........................................
Aku terus berjalan dengan berteman lilin yang aku pegang ditangan kananku ini.. Setelah lelah berjalan, aku berhenti disebuah lorong .
Gelap, sepi, sunyi, dan sendiri..
Perasaan takut itu tiba-tiba saja muncul, iyaa aku takuuttt!
Aku berteriak meminta tolong, tetapi tidak ada yang menjawab .
Akhirnya aku menangis sejadi-jadinya . 
Namun tiba-tiba terdengar suara langkah kaki berjalan .
Pelan, pelan tapi pasti, suara langkah kaki itu mendekat menuju kearahku .
Entah sial atau nasib malang yang sedang melandaku, tiba-tiba saja angin bertiup begitu besar, lilin ditangan kananku pun mati disapunya .
......................
Suara langkah kaki itu terdengar semakin mendekat, bahkan sekarang suaranya sangat dekat denganku..
Sial! Gelap, aku tidak dapat melihat siapa dia yang datang mengahampiriku.. Aku hanya bisa berdoa pada Tuhan, aku pasrah...

Jumat, 25 Januari 2013

Senja Dipelabuhan Kecil

Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis memepercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air hilang ombak
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap













Dari: Deru Campur Debu (1949)
Chairil Anwar

Rabu, 23 Januari 2013

Penikmat Seks

Fenomena tentang pelacur memang tidak pernah habisnya. Aku ingin sekali lebih jauh mengenal pelacur, jauh dan jauh lebih dalam. Selalu terbesit dipikiranku untuk bersahabat dengannya. Karna aku sangat yakin, dia tidak senista yang kita bayangkan. Dia sama seperti kita yang ingin mencari nafkah, hanya mungkin caranya yang salah.

Jauh berbicara mengenai pelacur, apa kalian tidak berfikir banyak yang lebih nista darinya? Misalnya tentang seorang koruptor yang tega mengambil hak orang lain tanpa rasa bersalah? Menipu disana sini, bermuka dua, hidup disanjung orang tetapi nyatanya apa? MUNAFIK.
Sementara pelacur? Hak siapa yang mereka ambil? Apa yang mereka curi?

Baiklah, aku bukan pro terhadap profesi pelacur, realita yang membuatku lebih memandang sisi positif dari seorang pelacur. Jelas ia mendapatkan uang dari hasil kerjanya, dia bekerja bukan menjadi maling. Ia akan dibayar dari hasil keringatnya. Kepuasaan pelanggan akan mendatangkan pundi-pundi uang baginya.

Ia menjajakan tubuhnya disana sini, bergeliat manja untuk menarik pelanggan. Berpakaian seksi sudah menajdi keharusan baginya, membuat laki-laki menjadi bergairah itulah tugasnya. Berpindah dari lelaki bajingan satu kelelaki bajingan lainnya. Masalah moral, tentu nomor kesekian baginya. 

Penikmat seks, ya mungkin.. Lalu bagaimana dengan penikmat seks lainnya yang sudah memberi kepuasaan para lelaki namun ia tak mendapat uang?
Memberi dengan cuma-cuma tanpa mendapat imbalan uang?
Apa mereka tidak rugi?
Entahlah dunia semakin gila. Semua menghalkan segala cara untuk mendapatkan kepuasan dan kenikmatan.

Profesi Ganda Para Pemandu Wisata

Tiga tahun belakangan ini banyak para pemandu wisata di kawasan puncak yang melayani tulis asing. Namun mereka tidak hanya berprofesi sebagai pemandu wisata saja tapi juga sebagai pencari tempat penginapan dan perempuan-perempuan malam untuk para tamunya. Mayoritas mereka berasal dari Arab Saudi. Jauh-jauh hari sebelum mereka datang, mereka telah menghubungi para pemandu wisata yang akan melayani mereka tersebut setibanya nanti di Inonesia, untuk pemesan jasa apa saja yang akan dipakainya.


Harga yang dipatok oleh para pemandu wisata tersebut berkisar anatara satu hingga dua juta untuk sekali pemakaian jasanya. "Itu hanya biaya untuk jasa pemandu wisata dan untuk mencari tempat penginapan saja. Biaya untuk penginapan dan biaya untuk perempuannya mah urusan tamu saya," jabar Aan Budiman, salah satu dari sekian banyak para pemandu wisata yang berprofesi ganda tersebut.


Profesi seperti ini bukannya tidak banyak beresiko, taruhannya kepercayaan para tamu. Jika tamu-tamu tersebut kehilangan barang-barang ataupun uang mereka, para pemandu wisata seperti Aan Budiman tersebutlah yang akan disalahkan oleh tamunya . Meraka menganggap Aan ceroboh dan tidak bisa dipercaya. "Saya pernah mencarikan tamu saya tempat penginapan berikut dengan perempuan pesananya, tapi ternyata parempuan tersebut mencuri uang dan handphone tamu saya ketika tamu saya sedang tidur. Akibabtnya tamu saya marah-marah pada saya dan tidak percaya lagi sama saya dan otomatis mereka tidak mau memakai jasa saya lagi," pungkas lelaki setengah baya itu dalam wawancara di rumahnya, Bogor Cisarua, Sabtu (13/11/2010).(Adellia)

Tersurat

Hujan ini seperti datang menyerangku..
Dalam lamunanku aku tersadar, aku masih berdiam disini..
Sayang, aku belum bisa berdamai dengan nurani, pergolakan antara hati dan logika kian berkecamuk tiada henti.
Coba dengar suaranya kian gaduh, mereka seperti mempunyai makna yang tersurat.
Aku mendengar nyanyian hujan mengeringi tiap kata yang kutulis.
Dimensi yang membutakan mata, bersarang dalam titik kehausan akan sebuah harapan..
Semua masih kosong, hanya saja ada noda disana..

Senin, 21 Januari 2013

Lalu???




Hari itu terbit lagi emosi khas laki-laki nya.
Aku paling benci saat seperti itu,
karena ia akan memaki-maki
berteriak
dan satu lagi,
menduga-duga.

Lalu setelah kata pamungkas keluar dengan ganas
aku pikir itu adalah akhir.

Namun, malam tadi.
setelah siap dengan semua hasil analisa selama tiga hari ini,

kata pamungkas berganti makna.
aku pikir itu adalah saatnya.
ternyata belum,
ternyata satu diantara dua pilihan konyol, justru aku yang dibuat terperangah mendengarnya.


Dan kata pamungkas tadi berganti jadi kata tanya, mencari jawaban atau sekedar solusi.
sial, sekian lama berpikir ternyata jawabannya, tak ada solusi apalagi jawaban.

lalu????

Ya, begitulah ceritanya.
sampai hari ini masih jadi tanda tanya.

Minggu, 20 Januari 2013

Malam dan Penikmatnya

Malam hanya akan indah bagi yang menikmatinya..
Coba rasakan betapa nikmatnya kesunyian ini..
Menari diatas kesendirian..
Diam dan rasakan..
Semua masih dan belum akan dimulai... 

Berikan aku cahaya yang mendamaikan hati dan berindikasi pada kebahagiaan abadi..
Sepercik api membakar semangat yang berkobar dalam jiwa jiwa yang tenang..
Diatas normal..
Terima kasih...

Selamat malam menjelang pagi..


Sabtu, 19 Januari 2013

Tersesat

Masih terlalu sore untuk mengeluh. Ini masih belum apa-apa..
Bukannya hal ini sudah biasa kan?
Hei tolong bangunkan aku jika aku ketiduran kawan..!

Aku sudah sampai dimana ya?
Apa sudah dibulan?
Atau masih terbujur lemah di sudut bumi?
Ah kasian aku..

Kata penyihir tua, aku harus bunyikan lonceng agar manusia lain bisa mengenali..
Tapi memangnya ini dihutan?
Hutan belantara?
Aduhhh..

Aku mencari,
mencari hujan, bukan gerimis kecil..
Aku berharap langit gelap, berharap petir besar..
Aku bosan akan kelembutan.

Biar aku tersesat karna aku tak ingin pulang.
Aku menikmati kegilaanku :)

Jumat, 18 Januari 2013

Cemburuh

Okey dan saya bingung mau tulis apa di siang menjelang sore ini.
Saya kembali membuka jejaring sosial.
Hah kali ini saya berteman sama seorang perempuan yang saya sama sekali belum pernah mengenalnya apalagi bertemu dengannya..
Apa kabar nih? Knapa harus berteman?
Entah kenapa saya jadi penasaran, saya kembali hanyut dalam dunia maya. Sibuk sana sini, otak atik lihat apa yang seharusnya bukan jadi barang penting lagi bagi saya.
Aih tapi saya penasaran banget, maaf ya Tuhan saya jadi kepo nih.

Memulai ke-kepoan saya. saya mulai membuka photo-photonya,
dan jreng..jreng.. aaaa itu kan photonya yang ada didalam dompet sii abang.
Oh jadi perempuan ini mantan pacarnya?
Kenapa photonya masih ada didalam dompetnya?
Maksudnya? Ente masih cinta sama dia bang?

Ah ga tau juga yaa. Cape kalo bahas yang udah lewat.
Bagi saya sii simple aja, kalo boleh mengutip kata Hitler 
"Hidup memang kejam, maka dari itu kita harus lebih kejam"
Yaudah tinggal balas aja atau mungkin biar Tuhan yang balas.
Karma, Kausalitas kalo berbicara dalam filsafat katanya.
Saya emang bukan orang baik, bagi saya "darah ya harus dibayar sama darah"


Berulah terus emang, ada-ada aja sii hidup ini yee apalagi sii abang yang satu ini.
Gimana mau merubah keadaan kalo untuk merubah diri sendiri aja ga bisa?
Makhluk yang satu ini emang ajaib, langka, susah ditebak.
Saya juga bingung.
Daripada makin bingung mending udahin dulu nulisnya.
Saya juga ga ngerti ini tulisan puisi, feature, berita (ya ga mungkin lah), atau apa ya? curcol kali yaa...

Masa lalu emang terkadang masih meninggalkan bekas, dan mungkin bekasnya ga kan pernah bisa hilang..
Tapi hidup harus tetap berjalan, berjelan itu kedepan bukan kebelakang bukan?

Masa lalu terindah, Masa depan terbaik..

Kamis, 17 Januari 2013

Candu

Sebelumnya aku ingin bertanya tentang apa itu cinta dan segele embel-embel tentangnya?
Aku ingin tahu apa definisi tentang cinta yang kita rasakan sama?
Apa aku yang terlalu memujakan cinta?

Aku berharap cemas, aku takut rasaku salah..
Aku takut dengan apa yang tengah aku rasakan..
Aku takut, sangat takut rasaku ini salah kepadamu.

Aku memujamu bagaikan Tuhan..
Kau adalah candu..
Kau melebur menjadi satu didalam darahku, menjadi oksigen yang aku hirup. Sehingga jika kau tak ada maka kerja otakku akan terganggu..

Aku lelah mencintaimu dengan teralalu..
Menuhankanmu disetiap waktu..
Aku ingin bebas, aku ingin terlepas dari aku yang mencintaimu..

Rindu akan hadirmu slalu datang setiap waktu..
Bahkan tidak bertemu denganmu barang sehari aja, aku sakau!
Aku akui, aku kecanduan kamu..

Kini aku telah menjadi Jungky, kau adalah Heroin..
Tubuhku akan menagih jika tidak adanya kamu..
Tolong mengerti barang sedikit saja..

Rabu, 16 Januari 2013

menunggu bulan pagi ini


kembali lagi aku membuka jejaring sosial kali ini..
kembali disapa....
"what's on your mind?"
ingin sekali aku menulis,
"gue lagi nunggu orang yg lagi gue tunggu-tunggu, tapi sampe sekarang dia ga belumngabarin gue samasekali.. puas?"
bukannya aku tempramental tapi jelas aku sedang kesal..
menunggu lagi,
bahkan sejak munculnya bulan tadi malam..

aaaarrgghhh aku sampai ketiduran, menengok kesebelah kiriku pukul 08.30 pagi..
masih pagi tapi kenapa langit gelap yaa?
apa masalahnya ada pada kedua mataku?

menengok lagi kesebelah kanan,
sebungkus rokok kosong masih tergeletak berikut gelas kopi yg telah kering airnya..
sementara lagu dihandphoneku masih berbunyi..
terdengar nyaring suara dashboard confessional ,
don't wait, don't wait the road is now a sudden sea
and suddenly, you're deep enough
to lay your armor down.....

hay kamu yg disana!
masih mau membuatku menunggu lagi?

Lentera Makna

Waktu dan keadaan yang mengawinkan kita dan waktu dan keadaan pula yang menceraikan kita..
Semoga kita bisa bersatu kembali dalam restu Tuhan yang absolut..
Hingga saat ini kau masih menjadi perantara terbaik menuju lentera makna dibalik makna..

Oh Ternyata

Kapitalisme bergentayangan menyerang menghantui semua umat manusia di seantero jagad raya bumi ini..
Apa sih tujuan akhir dari hidup manusia..?
Uang..?
Waw, sangat vulgar ketika moralitas hanyut kedalam selokan, dan ideologi tubuh dan lifestyle diutamakan sehingga menimbulkan persaingan antar klas tuk menuju alienasi yang sangat sempurna..
Apa sih yang diajarkan dalam pelajaran agama, kewarganegaraan, kebangsaan, dan pancasila yang kita pelajari disaat kita masih kecil..?
Aw aw aw aw..
Mengapa oh mengapa..
Huft hiks gubrak...

Ternyata dan ternyata...

semua tersenyum

Pertentangan antar klas.....
sampai mati konflik takkan usai..
nikmati saja kehancuran ini...
Apatisme. (^,^)
huhuhu..
yang saat ini harus dipikirkan bagaimana caranya saya cepat selesai kuliah dan bekerja dan mendapatkan banyak uang dan menjadi penguasa karna kaya raya dan saya akan digempur dan diteror oleh orang banyak lainnya karna saya induvidualisme yang hanya berpikir bahwa hanya saya sendiri hidup di jagad raya ini hingga saya dibunuh dan semua harta kekayaan saya di ambil oleh orang lain itu... (dan ketika saya sudah mati baru saya sadar ternyata kita hidup tidak sendiri)

kebahagiaan paling indah ketika saya tersenyum, diapun tersenyum, merekapun tersenyum, dan kita semua tersenyum.

(Reposisi)

Aku mencintaimu karna adanya aspirasi terhadap kebaikan, 
cinta yang kumiliki ini autentik..
Yang menjadi subjek cinta adalah yang tidak baik maupun yang tidak buruk, dan objeknya adalah kebaikan dan kebenaran..


Sandiwara

Senyumanmu terlalu manis untuk mereka penghianat cinta yang tak pernah jujur tentang hati...
Mereka bersandiwara didepan pembaca jiwa dan alam..
Oh, biarkanlah saja mengalir..
Bukan hal baru lagi..
Bukankah kita hidup dalam panggung kesandiwaraan?
Aku, kamu, dia, mereka, kalian, kita semua menikmatinya...

Untuk apa jujur jika kebohongan lebih menjanjinkan kebahagiaan?
Masalah dosa itu urusannya sama Tuhan. 
Kita hidup untuk bahagia bukan?

Selasa, 15 Januari 2013

Abstrak

Apa yang terjadi hingga hari ini bukanlah sebuah kebetulan. 
Ini juga bukan disengaja. Semua mengalir begitu saja tanpa aku meminta, tanpa kau meminta. kami tidak pernah meminta dipertemukan apalagi mengemis untuk saling berkenalan.
Jalan ini kami lalui dengan banyak luka dan pilu.. panjang dan terjal, berliku dan berlubang dimana-mana.
Berbekal kesabaran yang semakin menipis, setidaknya ini akan menetralisir keadaan..
Mungkin semesta telah berkonspirasi untuk saling mempertemukan kita dan saling memperkenalkan kita, hingga telah menyatukan kita saat ini.. 



Kegilaan telah menjelma menjadi satu warna.. Abstrak kini mendominan menjadi mutlak..

Hujan, banjir

Pagi ini kembali diguyur hujan lagi..
Jakarta banjir....!
tapi saya sebenarnya tidak pernah tau banjir itu bagaimana, maklum saya dari kecil tinggal di Depok jadi ga pernah rasain yang namanya kebanjiran.
Seharusnya hal ini bisa terartasi dong? secara banjir udah jadi rutinitas tahunan?
Lah terus selama bertahun-tahun ini pada ga belajar apa dari tahun sebelumnya?
Apa yang salah?
Masa iya mau jatuh terus ke lubang yang sama?
Kan hujan biasanya dimulai memasuki bulan september tuh terus kira-kira berhenti akhir maret gitu, kan ada waktu tuh dari maret sampe september buat mencegah supaya ga terjadi banjir lagi, minimal meminimalisir lah yaa..

Kalau udah kaya gini, semuanya main salah-salahan..
Ahahaha mau ketawa banget, yang salah manusia atau alamnya? atau mungkin Tuhan kali....


Kejar Mengejar

Dalam kegalauan siang ternanti senja menidurkan matahari di ujung pengharapan..
Distorsi akal yang pasif dalam menyingkap misteri yang tiada akhir..
Aku kalian mereka masih dalam kamuflase diri yang tak kunjung temukan satu kesepakatan..
Disini janjikan banyak harapan, disanapun demikian, dimana mana melekat lapisan pencarian..
masih...
Kejar..
Dan terus..
Mengejar..

Konsekuen Tak Berarah

Celoteh camar tolol di ujung ranting yang rapuh.. 
Induknya hanya terdiam tak tau dimana rimbanya.. 
Sungguh kolot burung2 yang tak bertuhan.. 
Duniaisme yang relativ dengan inkonsistensinya... Tai kucingpun terkadang menjadi nikmat disaat lapar.. 
Hei camar... Aku adalah telurmu.. Konsukensinya adalah ketika aku keluar maka biarkanlah aku bebas terbang kemanapun yang kumau.. 
Sekali lagi konsukensi.. 
Dimanapun aku berada selama itu adalah baik maka relakanlah..
 Dan jikalau memang tak ada sedikitpun kerelaan darimu maka masukanlah aku kembali didalam telurmu itu.. 
Namun aku tau bahwa itu tidak mungkin terjadi maka sekali lagi konsukwensi... Relakanlah saja.. Relakan... Ikhlaskan...

Oh Januari

Hari ini matahari cukup terik bersinar, mungkin ia ingin memperjelas ketangguhannya.. 
Aku jadi ingat kata ibu untuk selalu memakai payung saat matahari terik seperti ini.. 
Baru saja aku hendak mengambilnya didalam tas tiba-tiba gadis kecil diujung jalan sana menghampiriku..
'Kaka boleh tidak kita pakai payungnya berdua?' 
Seketika itu aku tersenyum sembari membuka payung yg aku ambil dari dalam tas.. Gadis kecil ini merapatkan tubuhnya kearahku sehingga kami pun saling bersentuhan layaknya adik dan kakak..

Cukup lama kami terdiam, lalu seorang ibu yg masih dibilang muda menghampiri kami..
'Januar, ayo kita pulang nak!' sapa ibu tersebut kepada gadis kecil disampingku yg ternyata bernama Januar..
'Makasih yaa mba, maaf merepotkan jadi harus berbagi payung untuk anak saya..' ucapnya lagi sambil tersenyum kepadaku.. 
Mereka berdua pun akhirnya pergi. Aku masih terdiam melihat jejak mereka yg kian lama menjauh, 
eh iya sekarang kan sudah bulan Januari lagi yaa?
wah aku hampir saja lupa..

Minggu, 13 Januari 2013

Enjoy it (y)....

Satu detik lagi
Dua hati terbang tinggi
Lihat indahnya dunia
Membuat hati terbelah

Dan bawa ku ke sana
Dunia fatamorgana
Termanja manja oleh rasa
Dan ku terbawa terbang tinggi oleh suasana

Dari sudut mata
Jantung hati mulai terjaga
Berbisik di tengah
Coba ingat semua
Dan bangunkanlah aku
Dari mimpi mimpiku
Sesat aku di sini maya
Dan tersingkir dari dunia nyata
Dan bangunkanlah aku
Dari mimpi indahku
Terengah anganku jangan lari
Dari rasa yang harus ku batasi

Dan kau menawarkan rasa cinta dalam hati
Ku tak tahu harus bagaimana
Untuk hal bermimpi atau nyata
Dan bedakan rasa dan suasana
Dalam rangka sayang atau cinta yang sebenarnya
Dan bangunkanlah aku
Dari cikal bakalku
Jangan pernah lepaskan aku
Untuk tenggelam di dalam mimpiku

Sabtu, 12 Januari 2013

Wait, wait, wait

Aku masih terjaga di fajar ini..
Dimana matahari mulai terlihat di ufuk timur, lalu adzan subuh pun berkumandang..
Aktifitas pagi pun mulai terlhat..
Terdengar tetangga sebelah sudah menyalakan keran air, mungkin ia bergegas mandi..
Aku membuka pintu kamar, embun pagi pun terasa begitu segar..
Baunya khas, harum namun sederhana..
Kulihat jam di dinding, waktu menunjukan pkul 4.30..
Awal pagi ini aku merindukanmu..
Ya pagi ini..
Waktu selama ini yang setiap kali kita lalui bersama terasa pudar, berganti kehausan akan kehadiranmu..
Entah mengapa rindu ini mengalahkan rasa kantukku...
Ini tidak wajar..
Aku belum bisa terlelap barang satu menit saja..
Kembali kedalam, aku melihat bajumu.. Kucium baunya, bau kamu..
Walaupun tidak harum, tapi aku begitu menyukainya.. Bau keringatmu masih terasa..

Pulang kaka.. Aku menunggumu..!

Cerita sakit

Tak terasa malam sudah hadir kembali.. Rasanya baru kemarin malam tubuh kecilku ini kesakitan..
Mengingat kemarin aku dikejutkan dengan suhu badan yang sangat panas bahkan aku sampai merasa gerah dengan badanku, ingin aku melepasakan pakaianku tapi buka kaus kaki sedikit saja seperti ada di gunung es..
Belum lagi pusing bagai diajak naik komidi putar 10 putaran, mual hingga muntah-muntah seperti orang hamil (emang udah pernah hamil?)
Dan benar aku pun tidak lagi mengaggap remeh penyakitku, aku bergegas ke dokter diantar tetanggaku, sesampainya disana aku mendapat antrian nomor 7.. Dalam hati kecil berkata 'knapa ga nomor 2 atau 3, kampret ga tau gua lemes apa?'
Dengan kesabaran aku pun menunggu akhirnya aku masuk ruangan dokter...

Dokter laki-laki itu pun memeriksaku sambil menanyakan apa saja keluhanku, aku menjawabnya dan dia seperti menebak2 dan tebakan dia benar...
Dukun sekaligus Dokter kali yee?
Dan jreng,, jreng,, jreng
'kenapa baru berobat sekarang dek'
'emang kenapa dok? ada masalah apaan?'
'yaa ampun dek, adek kena gejala typus, radang paru-paru dan iritasi lambung'
'...........'

Dan aku ga tau harus apa saat itu..
Pantes aja aku rasa badan aku tuh lemes banget, beda daripada sakit apa-apa sebelumnya..
Oke dan kalo ga ada perkembangan membaik aku harus di opname.. Apa kabar uas yang tinggal hitung mundur hari?

Ternyata bener-bener yaa, apa yang kita tanam itu yang akan kita tuai...
Sekarang pilihan ada didiri sendiri :(

It's me....

Coba bermain photo dengan sketch.... :)

Rabu, 09 Januari 2013

main apa....

hari ini apalagi Tuhan?
sapaku sambil termenung dengan detak jantung yg masih dapat dibilang normal..
aku lelah yg teramat sangat..
aku telah menguras cukup dalam otakku untuk permainan ini..
aku tidak sanggup jika harus keluar dengan membawa piala..
aku hanya ingin exit saja lalu kembali kerumah membawa sedikit cerita untuk mereka..
tolong biarkan aku terlelap dengan tenang malam ini.. dan semoga esok hari dia datang menjemputku pulang..

bagaimana?

detak jam didinding terdengar sayup sayup, sepi..
terdengar alunan lagu lagu melow dari play list yg sedang kuputar..
masih belum juga tau apa yg ingin ditulis..
hanya ketik keyboard sana sini lalu backspace..
mungkin ini yg disebut buntu?

wah ternayata kamu jago ya buat aku harus merenung?
aku kan sudah bilang kalau jangan, kenapa kamu lakuin?
yaa dan akhirnya lagi lagi seperti ini..
duduk didepan komputer tanpa tau tujuan kongkritnya..
kamu enak disana, bisa tukar pikiran dengan yg lain..
kalau aku bagaimana?

kamuflase

entah apa yang ingin aku tuliskan saat ini..
kata ini terhenti tepat dibibirku..
mungkin mereka pikir menyenangkan..
kamuflase..
sejujurnya perasaan ini bukan duka namun bukan juga bahagia..
kalau kata orang-orang itu dinamika, oh tapi tidak bagiku..
tolong jangan biarkan aku sekarat mendekati air mata lara..
ini tentang dia, yang selalu kusebut namanya saat berbincang dengan Tuhan..
jadi sekali lagi ini bukan imaji..
mungkin jika selesaipun aku akan tetap menyelipkan namanya dalam doaku kala sunyi..

embal???

"Malam sebagai saat yang tepat untuk refleksi diri". bisik sang bintang, "oh ya, kalau boleh tahu, output dari sekian banyak misteri ini apa? aku muak dengan abstraksi realita yang selalu menjadi pergolakan didalam pikiran dan perasaan!!" hembusan angin bertanya..

wahai sang malam, kau jadikan saat ini menjadi sepi dengan kondisi yang seadanya dengan sendirinya, apa hakikat dari barang sesuatu ini?
apakah harus kuurut dan kukirim rentetan pertanyaan yang kemudian tak ada satupun yang terjawab?
jika bisikan angin yang menggelisahkan ini hanyalah pelengkap kesedihan maka guyurkanlah air dari langit agar aku bisa mengatakan "hujan turun tuk menangisi aku dan diriku", dan jika kalimat hati akan usai maka tandaya kebutuhan yang paling mendasar telah terhimpun dan meminta untuk dipenuhi..
Aku membutuhkanmu.... Embal!

lalalalalla

"Hanya ada dua pilihan, pertama kalau tidak menginginkan kami menikah maka kami atas memutuskan tuk mengakhiri hubungan kami berdua, dan saya harap kalian mengembalikan kehidupan yang bernuansa kekeluargaan seperti dahulu buat jani", namun jika hal itu tidak bisa diwujudkan maka saya menawarkan opsi kedua yakni relakan dia tuk menikah denganku dan ikhlaskan kami untuk membangun keluarga baru."..

Kekasih penghabisan

Aku lahir dalam kecemerlangan cinta dan cahaya keindahan.
Lihatlah diriku, disini aku hidup, orang tak kuasa menceraikanku dari kehidupanku.
Sekalipun mereka merenggut penglihatanku, masih ku dengar nyanyian cinta, melodi keindahan dan kebahagiaan.
Bila mereka menyumbat telingaku, masih aku nikmati belaian angin yang diharumi wangi keindahan serta bisikan manis sang kekasih.
Dan, jika udara ditiadakan, aku akan hidup dengan jiwaku, karena jiwaku putri sang cinta dan keindahan.
Kehadiranku disini demi semua yang ku lakukan sendiri.
Hari ini aku kumandangkan dihadapan orang banyak dan besok diucapkan oleh khlayak ramai.
Semua itu disebabkan Sang Maut menjadi Kekasih yang penghabisan.

kita satu

bukan basah yang terharap..
bukan pula kering menjadi rayap..
penjelmaan menjadi satu..
terungkap dalam tindak..


cumbu adalah kamu..
kita adalah satu..


cinta tidak mau tahu..
manusia tidak pernah tahu..
jiwa bukan pemberontak..
kalimat bukan untuk menggertak..

cumbu adalah kamu..
kita adalah satu..

rindu dalam madu..
racun bukan hantu..
jiwa akan berontak..
jika malam tidak menjadi perangkat..

cumbu adalah kamu..
kita adalah satu...

dan lagi...

Langit semakin cemas, dan aku semakin larut dalam sajakku..
Ramuan kata yang berotasi di otakku, mulai sibuk dengan majasnya sendiri..
Sepotong harapan yang memayungi antara kesedihan kau dan aku ..
Tak ada yang tau kalau kita banyak mempunyai kesamaan walau semuanya terlihat begitu berbeda..
Sementara gemericik air langit masih terus membasahi bumi..
Memang itu yang kita tunggu…
Pelangi tidak akan pernah sembunyi..
Biarkan mereka merejam sumpah serapahnya, mungkin itu cara mereka bersenang-senang..