Selasa, 15 Januari 2013

Konsekuen Tak Berarah

Celoteh camar tolol di ujung ranting yang rapuh.. 
Induknya hanya terdiam tak tau dimana rimbanya.. 
Sungguh kolot burung2 yang tak bertuhan.. 
Duniaisme yang relativ dengan inkonsistensinya... Tai kucingpun terkadang menjadi nikmat disaat lapar.. 
Hei camar... Aku adalah telurmu.. Konsukensinya adalah ketika aku keluar maka biarkanlah aku bebas terbang kemanapun yang kumau.. 
Sekali lagi konsukensi.. 
Dimanapun aku berada selama itu adalah baik maka relakanlah..
 Dan jikalau memang tak ada sedikitpun kerelaan darimu maka masukanlah aku kembali didalam telurmu itu.. 
Namun aku tau bahwa itu tidak mungkin terjadi maka sekali lagi konsukwensi... Relakanlah saja.. Relakan... Ikhlaskan...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar