Celoteh camar tolol di ujung ranting yang
rapuh..
Induknya hanya terdiam tak tau dimana rimbanya..
Sungguh kolot
burung2 yang tak bertuhan..
Duniaisme yang relativ dengan
inkonsistensinya... Tai kucingpun terkadang menjadi nikmat disaat
lapar..
Hei camar... Aku adalah telurmu.. Konsukensinya adalah ketika
aku keluar maka biarkanlah aku bebas terbang kemanapun yang kumau..
Sekali lagi konsukensi..
Dimanapun aku berada selama itu adalah baik
maka relakanlah..
Dan jikalau memang tak ada sedikitpun kerelaan darimu
maka masukanlah aku kembali didalam telurmu itu..
Namun aku tau bahwa
itu tidak mungkin terjadi maka sekali lagi konsukwensi... Relakanlah
saja.. Relakan... Ikhlaskan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar