Fenomena tentang pelacur memang tidak pernah habisnya. Aku ingin sekali lebih jauh mengenal pelacur, jauh dan jauh lebih dalam. Selalu terbesit dipikiranku untuk bersahabat dengannya. Karna aku sangat yakin, dia tidak senista yang kita bayangkan. Dia sama seperti kita yang ingin mencari nafkah, hanya mungkin caranya yang salah.
Jauh berbicara mengenai pelacur, apa kalian tidak berfikir banyak yang lebih nista darinya? Misalnya tentang seorang koruptor yang tega mengambil hak orang lain tanpa rasa bersalah? Menipu disana sini, bermuka dua, hidup disanjung orang tetapi nyatanya apa? MUNAFIK.
Sementara pelacur? Hak siapa yang mereka ambil? Apa yang mereka curi?
Baiklah, aku bukan pro terhadap profesi pelacur, realita yang membuatku lebih memandang sisi positif dari seorang pelacur. Jelas ia mendapatkan uang dari hasil kerjanya, dia bekerja bukan menjadi maling. Ia akan dibayar dari hasil keringatnya. Kepuasaan pelanggan akan mendatangkan pundi-pundi uang baginya.
Ia menjajakan tubuhnya disana sini, bergeliat manja untuk menarik pelanggan. Berpakaian seksi sudah menajdi keharusan baginya, membuat laki-laki menjadi bergairah itulah tugasnya. Berpindah dari lelaki bajingan satu kelelaki bajingan lainnya. Masalah moral, tentu nomor kesekian baginya.
Penikmat seks, ya mungkin.. Lalu bagaimana dengan penikmat seks lainnya yang sudah memberi kepuasaan para lelaki namun ia tak mendapat uang?
Memberi dengan cuma-cuma tanpa mendapat imbalan uang?
Apa mereka tidak rugi?
Entahlah dunia semakin gila. Semua menghalkan segala cara untuk mendapatkan kepuasan dan kenikmatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar