Sabtu, 09 November 2013

Kekacauan Yang Takkan Beres

Malamu dalam kalbu, menuai larut yang tak kunjung menentu, 
langitmu merendam rasa, hingga hari ini dalam jabang kita melayang, 
dimana absurditas sejati itu kau cipta? 
diamku menanyakan gundah yang merana..

Satu, dua bait mulai terlihat,
kerlingan matanya menyilaukan setiap tulisan dalam jejak malam yang tak berbintang, 
bayang-bayang itu menghantui setiap lompatan peradaban yang lelah.

Masihkah kau membaca kekacauan ini? 
oh tidak, kau mulai bingung dengan setiap kata yang menerjang langit,
kau bosan dengan kenormalan hidup yang bodoh,
mentari, pancarkanlah kecerdasan semesta!!

Ketiadaan pengertian adalah pengertian yang sesungguhnya,
sebab dunia cenderung menghormati hasil ketimbang proses,
dan dunia menjunjung labil hingga semuanya takkan beres,
yah, semuanya takkan beres..


Absurditas

Malammu dalam kalbumu,
menuai larut yang tak kunjung menentu,
langitmu merendam rasa,
hingga hari ini dalam jabang kita melayang,
di mana absurditas sejati itu kau cipta?
diamku menanyakan gundah yang merana..

Satu, dua bait mulai terlihat, kerlingan matanya menyilaukan setiap tulisan dalam jejak malam yang tak berbintang,
bayang-bayang itu menghantui setiap lompatan peradaban yang lelah.

iya, peradaban semakin lelah,
sebab setiap kita menjauhi kejujuran tanpa pelan,
mengakibatkan peradabaan menolak peredahan,
maka cinta tanpa bui sekalipun manusia bisa merasa dipenjarakan,

Satu, dua bait menampakkan bayangnya,
Kata-kata mencemaskan tangan yang bingar,
dentumannya memihakkan udara dalam tiap jajar genjang jagad raya,
partikel dan gelombang mulai berlomba mengisi paradigma secara bergilir seiring cinta mengumumkan keterbukaan setiap kalbu,
dan kau masih menyimpan absurditas ..