Assalamualaikum nak,
Aku adalah wanita yang paling beruntung didunia ini karna Allah telah menganugrahi kamu untukku..
Segera ketika aku tau kehadiranmu, aku begitu bersyukhur.. Aku ingat saat itu adalah hari ulangtahunku yang ke 21 tahun, aku memang sudah feeling dan Alhamdulillah aku benar2 bahagia ketika aku tau kalau Allah menitipkan kamu dalam rahimku..
Kehadiranmu sudah lama kunanti, aku ingin menjadi seorang ibu, aku ingin menjadi seperti ibuku.. Terlepas dari apapun impian-impianku, aku ingin mempunyai anak dari rahimku sendiri, aku ingin mengandungmu, melahirkanmu, membesarkanmu, mendidikmu, mengajarimu, menyanyangimu, membimbingmu menjadi manusia yang sebenarnya..
Yang pasti kamu harus bahagia dunia akhirat dan harus lebih baik daripada aku..
Kini kamu semakin besar, kamu hidup bersamaku dalam satu tubuh.. Apa yang aku rasakan pasti kamu rasakan...
Aku semakin tak sabar untuk mengantarkanmu ke gerbang dunia nak...
A D E L L I A
Kesempurnaan pemikiran Manusia dalam kesempurnaan ilusi Tuhan...
Selasa, 13 Mei 2014
Surat untuk calon anakku (part I)
Sabtu, 09 November 2013
Kekacauan Yang Takkan Beres
Absurditas
Malammu dalam kalbumu,
menuai larut yang tak kunjung menentu,
langitmu merendam rasa,
hingga hari ini dalam jabang kita melayang,
di mana absurditas sejati itu kau cipta?
diamku menanyakan gundah yang merana..
Satu, dua bait mulai terlihat, kerlingan matanya menyilaukan setiap tulisan dalam jejak malam yang tak berbintang,
bayang-bayang itu menghantui setiap lompatan peradaban yang lelah.
iya, peradaban semakin lelah,
sebab setiap kita menjauhi kejujuran tanpa pelan,
mengakibatkan peradabaan menolak peredahan,
maka cinta tanpa bui sekalipun manusia bisa merasa dipenjarakan,
Satu, dua bait menampakkan bayangnya,
Kata-kata mencemaskan tangan yang bingar,
dentumannya memihakkan udara dalam tiap jajar genjang jagad raya,
partikel dan gelombang mulai berlomba mengisi paradigma secara bergilir seiring cinta mengumumkan keterbukaan setiap kalbu,
dan kau masih menyimpan absurditas ..
Kamis, 03 Oktober 2013
Impossible
Bagaimna mungkin kau turun jejalan hanya untuk dianggap 'ada' oleh mereka sementara kau sendiri tidak bernyali untuk menyuarakan aspirasi (orasi)....?
Bagaimana mungkin kau berbicara dari forum ke forum hanya untuk mendapatkan tepuk tangan dari mereka tanpa tau subtansi masalah apa yang sedang dibicarakan....?
Bagaimana mungkin kau bangun terus pencitraan kepada khalayak ramai lewat status-statusmu namun dibalik itu kau berperan sebagai komperador......?
Bagaimana mungkin kau mengajak orang terhadap kebaikan jika dirimu sendiri masih berkedok agama untuk melegitimasi perbuatan busukmu.....?
Dan bagaimana mungkin kau berbicara tentang perubahan sedangkan kau masih saja berkutat dalam tataran cinta ababilmu Nak......?
Senin, 18 Maret 2013
Titik Bukan Koma
Kau rangkai sejuta angan menjadi kalimat tiada akhir.
Masih ada sejuta paragraf cantik yang harus kita tulis bersama, agar segala kenang bisa menjadi titik, tidak hanya koma.
Tak mengapa ruang dan waktu mengutuk kebersamaan kita saat ini, namun ini baru hanya akan menjadi awal.
Tak kusalahkan kau bersenda gurau dengan kecemasan, memilih tersenyum ditengah risau kesedihan, diantara puisi keindahan.
Ingat, jutaan kelopak mata belum rangkum kita susun, kuncup-kuncup makna butuh zat hijau bdaun untuk jatuh sebagai embun.....
Rabu, 13 Maret 2013
tanda tanya
Rabu, 06 Februari 2013
Kapal dan Nahkoda
Saat itu kapal tiba-tiba berhenti ditengah samudera luas.
Beberapa penumpang terlihat panik, aku yang berada ditengah keadaan itu pun tak kuasa menyembunyikan kepaniakan yang ada diraut wajahku..
Entah kenapa malam itu kapal berhenti berlayar.
Rasanya tak ada lampu merah ditengah lautan..
Para awak kapal pun tak bisa ,menjelaskan apa yang tengah terjadi..
Aku hanya bisa berdoa semoga keadaan akan baik-baik saja..
Sementara nahkoda pun tidak bisa ditemui.
Rasa kepanikan semakin bergejolak ketika ombak besar datang menerjang..
Kapal yang kami tumpangi oleng dibuatnya.. Ya Tuhan....
Akhirnya sampai saat ini kapal masih berhenti ditengah samudera..
Persediaan makanan kami mulai menipis..
Para penumpang tak henti-hentinya menangis.
Kami semua ketakutan.
Kapten, ada apa ini?