Malamu dalam kalbu, menuai larut yang tak kunjung menentu,
langitmu
merendam rasa, hingga hari ini dalam jabang kita melayang,
dimana
absurditas sejati itu kau cipta?
diamku menanyakan gundah yang merana..
Satu, dua bait mulai terlihat,
kerlingan matanya menyilaukan
setiap tulisan dalam jejak malam yang tak berbintang,
bayang-bayang itu
menghantui setiap lompatan peradaban yang lelah.
Masihkah kau membaca kekacauan ini?
oh tidak, kau mulai bingung dengan setiap kata yang menerjang langit,
kau bosan dengan kenormalan hidup yang bodoh,
mentari, pancarkanlah kecerdasan semesta!!
Ketiadaan pengertian adalah pengertian yang sesungguhnya,
sebab dunia cenderung menghormati hasil ketimbang proses,
dan dunia menjunjung labil hingga semuanya takkan beres,
yah, semuanya takkan beres..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar