Langit semakin cemas, dan aku semakin larut dalam sajakku..
Ramuan kata yang berotasi di otakku, mulai sibuk dengan majasnya sendiri..
Sepotong harapan yang memayungi antara kesedihan kau dan aku ..
Tak ada yang tau kalau kita banyak mempunyai kesamaan walau semuanya terlihat begitu berbeda..
Sementara gemericik air langit masih terus membasahi bumi..
Memang itu yang kita tunggu…
Pelangi tidak akan pernah sembunyi..
Biarkan mereka merejam sumpah serapahnya, mungkin itu cara mereka bersenang-senang..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar