Rabu, 23 Januari 2013

Profesi Ganda Para Pemandu Wisata

Tiga tahun belakangan ini banyak para pemandu wisata di kawasan puncak yang melayani tulis asing. Namun mereka tidak hanya berprofesi sebagai pemandu wisata saja tapi juga sebagai pencari tempat penginapan dan perempuan-perempuan malam untuk para tamunya. Mayoritas mereka berasal dari Arab Saudi. Jauh-jauh hari sebelum mereka datang, mereka telah menghubungi para pemandu wisata yang akan melayani mereka tersebut setibanya nanti di Inonesia, untuk pemesan jasa apa saja yang akan dipakainya.


Harga yang dipatok oleh para pemandu wisata tersebut berkisar anatara satu hingga dua juta untuk sekali pemakaian jasanya. "Itu hanya biaya untuk jasa pemandu wisata dan untuk mencari tempat penginapan saja. Biaya untuk penginapan dan biaya untuk perempuannya mah urusan tamu saya," jabar Aan Budiman, salah satu dari sekian banyak para pemandu wisata yang berprofesi ganda tersebut.


Profesi seperti ini bukannya tidak banyak beresiko, taruhannya kepercayaan para tamu. Jika tamu-tamu tersebut kehilangan barang-barang ataupun uang mereka, para pemandu wisata seperti Aan Budiman tersebutlah yang akan disalahkan oleh tamunya . Meraka menganggap Aan ceroboh dan tidak bisa dipercaya. "Saya pernah mencarikan tamu saya tempat penginapan berikut dengan perempuan pesananya, tapi ternyata parempuan tersebut mencuri uang dan handphone tamu saya ketika tamu saya sedang tidur. Akibabtnya tamu saya marah-marah pada saya dan tidak percaya lagi sama saya dan otomatis mereka tidak mau memakai jasa saya lagi," pungkas lelaki setengah baya itu dalam wawancara di rumahnya, Bogor Cisarua, Sabtu (13/11/2010).(Adellia)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar