Tiga tahun belakangan ini banyak para pemandu wisata di kawasan puncak
yang melayani tulis asing. Namun mereka tidak hanya berprofesi sebagai
pemandu wisata saja tapi juga sebagai pencari tempat penginapan dan
perempuan-perempuan malam untuk para tamunya. Mayoritas mereka berasal
dari Arab Saudi. Jauh-jauh hari sebelum mereka datang, mereka telah
menghubungi para pemandu wisata yang akan melayani mereka tersebut
setibanya nanti di Inonesia, untuk pemesan jasa apa saja yang akan
dipakainya.
Harga yang dipatok oleh para pemandu wisata tersebut berkisar
anatara satu hingga dua juta untuk sekali pemakaian jasanya. "Itu hanya
biaya untuk jasa pemandu wisata dan untuk mencari tempat penginapan
saja. Biaya untuk penginapan dan biaya untuk perempuannya mah urusan
tamu saya," jabar Aan Budiman, salah satu dari sekian banyak para
pemandu wisata yang berprofesi ganda tersebut.
Profesi seperti ini bukannya tidak banyak beresiko, taruhannya
kepercayaan para tamu. Jika tamu-tamu tersebut kehilangan barang-barang
ataupun uang mereka, para pemandu wisata seperti Aan Budiman tersebutlah
yang akan disalahkan oleh tamunya . Meraka menganggap Aan ceroboh dan
tidak bisa dipercaya. "Saya pernah mencarikan tamu saya tempat
penginapan berikut dengan perempuan pesananya, tapi ternyata parempuan
tersebut mencuri uang dan handphone tamu saya ketika tamu saya sedang
tidur. Akibabtnya tamu saya marah-marah pada saya dan tidak percaya lagi
sama saya dan otomatis mereka tidak mau memakai jasa saya lagi,"
pungkas lelaki setengah baya itu dalam wawancara di rumahnya, Bogor
Cisarua, Sabtu (13/11/2010).(Adellia)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar